Posts filed under 'Uncategorized'
PUISI TAHUN KE 3
UAN bagi saya pribadi merupakan hal yang banyak kelemahannya – khususnya dari pihak anak, OT dan guru – daripada keuntungannya (hanya menguntungkan pihak tertentu saja). Standarisasi kelulusan seolah hanya ditentukan dalam satu dua hari saja oleh pemerintah, padahal hanya pihak sekolah lah yang sebenarnya tahu sejauh mana kemampuan anak didik mereka. Pemerintah seharusnya tidak menentukan standar kelulusan dengan UAN tersebut, tapi biarlah sekolah masing2 yang MEMBUAT/MENENTUKAN standar kelulusan untuk sekolah mereka sendiri.
Perlu diingat pula, bahwa dalam belajar, yang penting itu PROSES nya, BUKAN hasil. Proses sejauh mana anak mengerti akan apa yang sedang/telah dipelajarinya. “Hasil” bisa dimanipulasi.
Kita bisa lihat keadaan di Indonesia selama ini. Jangan anggap bahwa di negara kita ini orang yang pintar, cerdik cendekiawan atau apalah namanya itu sedikit. IQ mereka di atas rata2. Tidak!!! Jumlahnya sangat banyak. Tetapi mengapa KKN merajalela. Menurut saya, inilah salah satu penyebabnya: dunia pendidikan yang hanya mementingkan HASIL ketimbang proses. SDM kita sangat2 kacau!!!! Perlu diingat bahwa peran IQ dalam menentukan keberhasilan hanyalah 20% (Menurut studi di USA), lainnya ditentukan kecerdasan yang lain khusnya EQ (emotional quantum). Tapi syukurlah masih ada beberapa sekolah (yang saya lihat di Jakarta, khususnya sekolah swasta) yang mulai menerapkan unsur2 dalam pendidikan dan sungguh2 memantaunya.
Saya dengar bahwa di Indonesia sekarang ini, anak SD pun sudah harus mengikuti UAN (tahun 2008/2009??????)). Sebagai mantan guru, saya sangat sedih sekali. Dunia anak adalah dunia bermain, mengembangkan faktor2 psikologis mereka, mengembangkan empati dan sebagainya (EQ). Pendidikan harusnya dibuat “fun”, bukan “momok” yang menakutkan. Saya juga sangat sedih bilamana melihat/mendengar bahwa masih ada OT atau guru yang bangga bahwa siswa mereka yang masih TK sudah bisa baca ini or itu dengan lancar. Belajar perlu bertahap sesuai perkembangan anak sebab bila tidak, anak bisa bosan. Tidak semua anak yang dianggp cerdas atau pandai saat SD/SMP akan cerdas/pandai saat mereka kuliah nanti. Banyak anak yang juara kelas waktu sekolah tapi saat kuliah tidak bisa mengerti apa2 atau malas2 an, tidak punya inisiatif dll. Inilah akibatnya kalau segala ssuatu terlalu dipaksakan.
Saya masih ingat, saat kerja di sekolah dimana kita harus mementukan ranking/peringkat anak di tempat saya kerja, sungguh beban bagi saya. masih banyak yang menganggpa bahwa “hasil” lah yang paling penting sampai banyak OT yang berantem hanya karena anaknya tidak mendapat ranking. Saya juga masih ingat ketika setelah usai mengajar, saya masih harus kasih les tambahan bagi mereka. bayangkan anak SD sudah harus mulai belajar dari pukul 7 sampai 1.30 an dan setelah itu masih ada les tambahan di sekolah. Belum les2 lainnya dengan guru privat mereka di rumah. Masih ingat pula saat memberikan les privat dimana anak harus menghafal berbagai macam definisi yang bikin mabuk. Belum PR dll. Di negara maju, pendidkan memang sangatlah jauh beda dengan di negri kita. Di sini anak diajarkan untuk tidak selalu “menerima” seperti di negara kita tetapi untuk selalu berusaha “mencari” dan “menemukan”. Dan pendidikan memang sangatlah dibuat fun di sini.
Reply With Quote
Add comment Mei 5, 2009
UAN bagi saya pribadi merupakan hal yang banyak kelemahannya – khususnya dari pihak anak, OT dan guru – daripada keuntungannya (hanya menguntungkan pihak tertentu saja). Standarisasi kelulusan seolah hanya ditentukan dalam satu dua hari saja oleh pemerintah, padahal hanya pihak sekolah lah yang sebenarnya tahu sejauh mana kemampuan anak didik mereka. Pemerintah seharusnya tidak menentukan standar kelulusan dengan UAN tersebut, tapi biarlah sekolah masing2 yang MEMBUAT/MENENTUKAN standar kelulusan untuk sekolah mereka sendiri.
Perlu diingat pula, bahwa dalam belajar, yang penting itu PROSES nya, BUKAN hasil. Proses sejauh mana anak mengerti akan apa yang sedang/telah dipelajarinya. “Hasil” bisa dimanipulasi.
Kita bisa lihat keadaan di Indonesia selama ini. Jangan anggap bahwa di negara kita ini orang yang pintar, cerdik cendekiawan atau apalah namanya itu sedikit. IQ mereka di atas rata2. Tidak!!! Jumlahnya sangat banyak. Tetapi mengapa KKN merajalela. Menurut saya, inilah salah satu penyebabnya: dunia pendidikan yang hanya mementingkan HASIL ketimbang proses. SDM kita sangat2 kacau!!!! Perlu diingat bahwa peran IQ dalam menentukan keberhasilan hanyalah 20% (Menurut studi di USA), lainnya ditentukan kecerdasan yang lain khusnya EQ (emotional quantum). Tapi syukurlah masih ada beberapa sekolah (yang saya lihat di Jakarta, khususnya sekolah swasta) yang mulai menerapkan unsur2 dalam pendidikan dan sungguh2 memantaunya.
Saya dengar bahwa di Indonesia sekarang ini, anak SD pun sudah harus mengikuti UAN (tahun 2008/2009??????)). Sebagai mantan guru, saya sangat sedih sekali. Dunia anak adalah dunia bermain, mengembangkan faktor2 psikologis mereka, mengembangkan empati dan sebagainya (EQ). Pendidikan harusnya dibuat “fun”, bukan “momok” yang menakutkan. Saya juga sangat sedih bilamana melihat/mendengar bahwa masih ada OT atau guru yang bangga bahwa siswa mereka yang masih TK sudah bisa baca ini or itu dengan lancar. Belajar perlu bertahap sesuai perkembangan anak sebab bila tidak, anak bisa bosan. Tidak semua anak yang dianggp cerdas atau pandai saat SD/SMP akan cerdas/pandai saat mereka kuliah nanti. Banyak anak yang juara kelas waktu sekolah tapi saat kuliah tidak bisa mengerti apa2 atau malas2 an, tidak punya inisiatif dll. Inilah akibatnya kalau segala ssuatu terlalu dipaksakan.
Saya masih ingat, saat kerja di sekolah dimana kita harus mementukan ranking/peringkat anak di tempat saya kerja, sungguh beban bagi saya. masih banyak yang menganggpa bahwa “hasil” lah yang paling penting sampai banyak OT yang berantem hanya karena anaknya tidak mendapat ranking. Saya juga masih ingat ketika setelah usai mengajar, saya masih harus kasih les tambahan bagi mereka. bayangkan anak SD sudah harus mulai belajar dari pukul 7 sampai 1.30 an dan setelah itu masih ada les tambahan di sekolah. Belum les2 lainnya dengan guru privat mereka di rumah. Masih ingat pula saat memberikan les privat dimana anak harus menghafal berbagai macam definisi yang bikin mabuk. Belum PR dll. Di negara maju, pendidkan memang sangatlah jauh beda dengan di negri kita. Di sini anak diajarkan untuk tidak selalu “menerima” seperti di negara kita tetapi untuk selalu berusaha “mencari” dan “menemukan”. Dan pendidikan memang sangatlah dibuat fun di sini.
Reply With Quote
Add comment Mei 5, 2009
CRITA UAN
gw dolo sekolah di SMK negeri, isinya cowo semua….
pas waktu jaman gw standard nilai adalah 4,25 >.< (tahun kami tahun percobaan pertama, jadi kami kaget karena sebelumnya ga pernah pake standard segala).
gw murid yg paling badung, so gw dah kebayang bakalan sesek ngadepin UAN, jd akhirnya gw kumpulin semua murid2 bego… setelah murid badung and bego kompol, kami panggil murid2 pintar… so waktu itu dikantin berkumpul lah beberapa murid pandai dan sekelompok besar anak2 yg berotak sedang kebawah.
lalu gw bilang ama murid yg berotak sedang kebawah (kami dah nekaD) oi teman2 gw tau kalau UAn tahun ini bakalan susah karena pake standard nilai, dan gw tau kebanyakan dari kalian bakalan gak lulus karena pake standard nilai segala, oleh karena itu jika kita semua gak lulus, anak yg pintar dan lulus kita bantai, tanggung2 basah soalnya kalo kita ga lulus kita bakalan ga jadi orang, kepalang basah, langsung aja sikat yg lulus, paling masuk penjara 3 bulan !!! setuju ga !!! SETUJUUUUUUUUUUUUU !!! jawab kelompok gw
kemudian anak2 pintar pada ketakutan semua…. memang gw dah denger sebelomnya kalo mereka bakalan mengerjakan UAN sendirian2, tp gw ga mau begini.. gw mau teman2 gw yg lain juga lulus.. walau kami bego kami berhak lulus…. pokoknya hari itu kami dah nekad… jika ada yg ga lulus maka anak2 juara 1-5 bakalan mampos di hari kelulusan….
akhirnya kelompok pintar bertanya kepada kami, gimana caranya membantu kalian yang sebanyak ini ?? lalu gw buat strategi….
biasanya 45 menit sebelum waktu habis anak2 pintar sudah selesai mengerjakan soal ujian, dan setiap ruangan biasanya terdapat beberapa orang anak pintar… nah tugas mereka 45 menit sebelum habis waktu musti buat contekan dan dibagiin keteman2 satu ruangan…. akhirnya semua berjalan lancar… alhamdullilah kami satu sekolah nilai paling rendah 7 ^ ^ kepala sekolah bangga, and nama sekolah langsung naik….
begitulah dolo kisah gw ketika UAN
Add comment Mei 5, 2009
Pacaran Menurut Islam
Dakwah Islam adalah salah satu bentuk media jihad yang terdapat di dalam agama Islam. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, menyebarkan ilmu pengetahuan, menasehati sesama adalah beberapa aktivitas yang biasanya terdapat di dalam dakwah Islam. Dakwah Islam adalah salah satu bentuk kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslim, sebagaimana firman Allah swt berikut:
“Serulah (manusia) ke jalan Rabb-mu dengan hikmah1 dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. QS. An Nahl (16) : 125
“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar1, merekalah orang-orang yang beruntung”. QS. Ali Imron (3) : 104
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik”. QS. Ali Imron (3) : 110
Lalu bagaimana kaitan antara dakwah Islam dengan pacaran? Ada segolongan orang yang mengatakan bahwa pacaran itu dilarang menurut pandangan Islam. Namun ada pula golongan yang mengatakan bahwa pacaran boleh-boleh saja asal nggak kebangetan. Bahkan, ada pula seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah yang akhirnya menggunakan pacaran sebagai media dakwah. Ia berpendapat bahwa dengan pacaran akan membuatnya lebih intensif dalam mendakwahi pasangannya. Benarkah demikian?
Memang larangan mengenai pacaran di dalam Islam tidak dibahas secara eksplisit. Mungkin itulah salah satu faktor yang mengakibatkan kebanyakan orang awam tidak dapat menerima atas hukum pelarangan pacaran ini. Namun, dalam dunia dakwah islam, larangan pacaran adalah hal yang sudah sangat dimengerti, maka aneh sekali manakala ada seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah islam, namun ia tetap melakukan pacaran.
Meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit, namun banyak sekali dalil yang dapat di jadikan sebagai rujukan untuk pelarangan pacaran tersebut. Telah sama-sama kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang mengharamkan perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang MENDEKATI ZINA.
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra [17] : 32).
Lalu, apa saja perbuatan yang tergolong MENDEKATI ZINA itu? Diantaranya adalah: saling memandang, merajuk/manja, bersentuhan (berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dll), berdua-duaan, dll. Karena unsur-unsur ini dilarang dalam agama Islam, maka tentu saja hal-hal yang di dalamnya terdapat unsure tersebut adalah di larang. Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadits berikut:
Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: Tidak ada yang kuperhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [pemenuhan nafsu syahwat], maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya…” (HR Bukhari & Muslim)
Dalil di atas kemudian juga diperkuat lagi oleh beberapa hadits dan ayat Al Quran berikut:
“Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.” (Bukhori dan Muslim)
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad).
“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HASAN, Thabrani dalam Mu`jam Kabir 20/174/386)
“Demi Allah, tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membai’at. Beliau tidak memba’iat mereka kecuali dengan mangatakan: “Saya ba’iat kalian.” (HR. Bukhori)
“Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita.” (HR Malik , Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)
Telah berkata Aisyah RA, “Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai’atnya (mengambil janji) dengan perkataaan.” (HR. Bukhari dan Ibnu Majah).
“Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram” . (HR Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani)
“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari? Kiamat.” (HR. Ahmad)
Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: “Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang memandang (lawan-jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan pandanganku.” (HR Muslim)
“Janganlah kau terlalu lembut bicara supaya (lawan-jenis) yang lemah hatinya tidak bangkit nafsu (syahwat)-nya.” (QS al-Ahzab [33]: 32)
Sekarang pertanyaannya, “Apakah di dalam pacaran terdapat unsur-unsur sebagaimana yang telah disebutkan pada dalil-dalil diatas?” Kalau memang ada, maka jelas bahwa pacaran itu DILARANG di dalam Islam, dengan alasan apapun. Jika dengan keterangan-keterangan yang sudah diuraikan secara jelas di atas ternyata masih ada saja yang mengatakan bahwa pacaran itu BOLEH, maka patut dipertanyakan, “Apa atau yang mana dalilnya?”.
Jangan mengatas namakan dakwah islam untuk menghalalkan pacaran!
Sebagai aktivis dakwah islam, tentunya kita tahu bahwa antara laki-laki dan perempuan (ikhwan dan akhwat) itu sudah ada seksi dakwah islamnya masing-masing (anggaplah SEKSI DAKWAH ISLAM=penulis). Maksudnya adalah, bagi akhwat/perempuan, di sana ada murobbiyah yang khusus menangani dakwah islam dikalangan akhwat, dan disana juga sudah disediakan murobbi yang menangani dakwah islam khusus dikalangan ihkwan secara intensif. Diluar itu, ikhwan punya rekan sesama ikhwan untuk sekedar bertanya atau konsultasi, begitu pula akhwat. Selain itu, untuk dakwah islam atau ta’lim lain yang lebih bersifat umum, yang dapat dihadiri oleh ikhwan dan akhwat pun sudah ada, seperti seminar, dll. Seminar, bedah buku, itu boleh dihadiri oleh ikhwan dan akhwat namun tetap menghindarkan adanya percampuran ataupun berdua-duaan. Maka serahkan saja urusan akhwat ini kepada akhwat juga atau kepada murobbiah-nya. Kalaupun ada kepentingan, sekedar menyampaikan saran atau masukan, sampaikan saja melalui rekan akhwatnya, bukannya kita yang harus turunlangsung. Atau silahkan saja sampaikan secara langsung dengan tidak melalui media pacaran dan menghindari unsur-unsur yang mengarah pada MENDEKATI ZINA, sebagaimana telah disampaikan di atas.
Kalau berbicara masalah “ingin berdakwah islam lebih intensif”, banyak cara lain yang dapat kita lakukan. Kalau ingin mendakwah islami orang, ya pilih yang ikhwan juga dong, jangan yang akhwat. Kalau yang akhwat, sampaikan saja kepada rekan akhwat kita, bereskan?
Lagipula, andaipun kita hendak melakukan dakwah Islam kepada seluruh perempuan yang ada di sekolah kita, di kampus kita, di kantor kita, atau di kampung kita…apakah lantas kita juga akan menjadikan mereka sebagai pacar kita semua??? Tidak masuk logikakan alasan semacam ini!
Kalau lantas kita mengatakan bahwa segala sesuatu itu bergantung kepada niatnya (Pacaran yang niatnya untuk dakwah islam). Eittt…tunggu dulu! Niat itu nggak berhenti sampai di situ aja. Niat itu harus diluruskan, LURUSKAN NIAT! Maksudnya adalah, niat untuk melakukan kebaikan ya harus dilakukan dengan cara yang lurus atau benar (sesuai dengan syariat), bukan dengan cara yang buruk atau dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Kalau niat baik dilakukan dengan cara yang batil, itu namanya melenceng! Sama aja seperti ini, “apakah niat menyumbang ke Masjid itu diperbolehkan manakala uangnya diperoleh dari hasil merampok?”, ya jelas aja ga boleh. Itu namanya mencampur adukkan antara yang hak dengan yang batil, dan Allah swt telah melarang hal tersebut, sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.” (QS al-Baqarah [2] : 42).
Dari sini semakin jelas bahwa pacaran dilarang di dalam Islam. Dan tidak ada dakwah Islam yang dilakukan dengan metode pacaran, karena nanti jatuhnya bukan dakwah Islam lagi, melainkan MENDEKATI ZINA, dan Rasulullah saw pun tidak mencontohkan cara-cara yang demikian.
Dakwah islam Islam adalah perkara suci yang ditujukan hanya untuk Allah swt. Maka jalankanlah dengan cara-cara suci yang diridhoi oleh Allah swt, bukan dengan jalan batil yang justru akan menodai nama dakwah Islam dan menimbulkan murka Allah swt.
Add comment Desember 17, 2008
WALI Band ..
![]() |
| WALI, Bukan Band Religius |
MENEMUKAN musik yang pas, tidaklah semudah membalik telapak tangan. Selalu ada proses sampai akhirnya racikan musik itu terasa pas, minimal oleh musisinya. Racikan nyaman itulah yang dianggap pas dan kemudian dikemas dalam satau album oleh band yang menamakan dirinya WALI.
Jangan usil dengan pilihan namanya yan terkesan seperti band religius itu. Mereka, Faank [vokal], Apoy [gitar], Tomi [drum], Ovie [kibord] dan NuNu [bass] memilih memijak di ranah pop yang mereka rasa aman dan nyaman untuk berkarya.
Aman dan nyaman? Entahlah, itu sebuah ungkapan yang orang lain bisa perdebatkan. Tapi untuk mereka, WALI yang terbentuk 31 Oktober 1999, adalah elemen untuk menghembuskan musikalitas yang sudah mereka buat.
Dan karya mereka kemudian tertuang dalam album pertama yang mereka beri titel ‘ORANG BILANG” yang dalam istilah mereka, mengusung ‘local pop creative’ [terserah deh, genre apa yang mereka sebut]. Untuk single pertama, band ini memilih ‘Dik’ sebagai jagoan.
Sejatinya, WALI memang masih menyodorkan ritme pop yang sama. Jangan berharap ada gebrakan dan musikalitas tinggi yang mencerahkan. Simak saja lagu lain seperti ‘Emang Dasar’ atau Egokah Aku’ yang ada di kantong album ini. Nyaris sama. Tapi toh mereka tetap boleh dan punya ruang untuk berkarya. Diterima? Itu urusan yag dengar deh…
Add comment Oktober 25, 2008
4rdUb4 Y33z’5
!n!Lah 4r3k”s Du4 B3LaZ B4h4Z4 (2008-2009)
R0!Z-4rD3r-Bur_H4n-N!’_4m-4r!ef-Mb4h_M4n-B45!T-U!Z-4nDr3W-F!kr!3-4TheN9-Te5n4-3y4n9-Bu’e-Pa_uL-MieD4h-S4re2-EcH4-Sov!k-!sN4!n!-N3v!e-P4nJuL-3MbeR-8unD4-Pr!4n9-P4!L!k-M!_Z0N-Ph!k4cHu-N.!5n4-W!e2N-Pu”Z-M!L4K’Z-M84k_UnDeL-M80k_C4r-B!nT!3
Add comment Oktober 25, 2008
Afgan Nyayi Religi
Penyanyi afgan Syah Reza atau biasa dikenal dengan Afgan Wannab ikut meramaikan blantika musik religi Indonesia. Bertempat di Hardrock Cafe Jakarta, Rabu (20/8) kemarin, Afgan merilis album religi perdana bertitelkan “Padamu Ku Bersujud”.
Bagi Afgan sendiri album ini adalah refleksi atas kiprahnya sebagai manusia yang selalu diuji dengan bermacam cob
aan. Dan momentum bulan ramadhan menjadi jalan mencari pengampunan, dan perbaikan diri. Karenanya Afgan berharap kehadiran kekuatan religius dari albumnya itu.
Afgan mengakui dirinya bukan penyanyi lagu-lagu bernafaskan religi. Ia sebagai seorang penyanyi pop jazz, sangat memahami bahwa makna syair dan cara menghayati, antara lagu religi dan lagu pop jazz memiliki perbedaan.
“Jelas sangat berbeda dengan lagu lain, yang pernah saya nyanyikan sebelumnya. Makanya syair di dalamnya seperti membuatnya harus tertunduk sujud dan berdoa memohon ampun,” ungkapnya saat ditemui dalam rilis albumnya di Hardrock Cafe, Rabu (20/8).
“Ini yang membuat saya terbawa perasaan untuk menghayatinya,” tambahnya.
Menurut Afgan, hal ini yang membuatnya sulit untuk berpura-pura. Sehingga Padamu Ku Bersujud merupakan bentuk pengakuan ketulusan.
Add comment Oktober 25, 2008
R!w@y@t H!dupQu3
NamaQu3 Dewi Kurnia ..
Qu3 scol di MAN 2 KEDIRI,
Ckaran9 Qu3 ms!h kLz XII Language…
Alamat rumah Qu3 N9adiluwih city_
DYBI 3 DIMENSI it is GenkQu3
My Fr!enD5!p’s
Qu_ien-8undH4-Emb3r-M4i_z0n-Pr!4n9-P4!L!k-P4_uL-ZuL4!-54r!-De_NiZ
Add comment Oktober 22, 2008
Gigi
Pop Rock Bernapaskan Islami

Bulan suci, bulan Ramadan menjadi momen yang penuh hikmah bagi semua umat muslim di dunia. Tak ketinggalan, di bulan suci tersebut, sebagian musisi papan atas pun mengambil kesempatan untuk merilis album bernapaskan islami. Musim semi bagi pemusik religi.
eolah sudah menjadi kewajiban, di bulan Ramadan para penyanyi berlomba-lomba mencipta lagu religi. Grup band Gigi, yang telah malang-melintang selama 15 tahun di jalur musik pun ikut menelurkan album religi keempatnya, Jalan Kebenaran. Dalam album religi tersebut, Gigi mengawinkan warna musik pop rock dengan lirik penuh makna yang menyentuh hati nurani.
Sebelumnya, Gigi pernah meluncurkan tiga album religius sejak 2004 lalu. Tiga album religi Gigi adalah Raih- lah Kemenangan, Raihlah Kemenangan Repackage, dan Pintu Surga. Dalam tiga album terdahulu, Gigi kerap menampilkan lagu-lagu lawas milik sejumlah penyanyi yang telah diaransemen ulang.
“Dulu, kami mencoba menampilkan lagu bernapaskan islami milik orang lain dengan gaya Gigi. Terbukti, tiga album Gigi meledak di pasaran selama bulan Ramadan. Kini, album Jalan Kebenaran, murni diciptakan oleh para personel Gigi,” ujar Armand sang vokalis Gigi, saat ditemui di konser tunggal Gigi, di Gedung Usmar Ismail, Jakarta, baru-baru ini.
Lahirnya album Jalan Kebenaran, sekaligus melepaskan Gigi dari Sony BMG. Kini, grup band asal Bandung ini bergabung dengan POS Record. Bermodalkan delapan lagu baru, Gigi pun melantunkan tembang religi dengan genre pop rock. Tembang-tembang religi milik Gigi, dipercaya mewakili generasi muda.
Tidak seperti kebanyakan lagu-lagu nasyid yang mendayu-dayu, Gigi menawarkan musik religi dengan irama yang dinamis. Warna khas musik para personel Gigi, yakni Armand (vokalis), Dewa Budjana (gitar), Thomas (bas), dan Gusti Hendy (dram), jelas ditampilkan dalam setiap lagunya. Single Jalan Kebenaran, yang menjadi jagoan tampil dengan irama slow rock.
Single Jalan Kebenaran bercerita tentang setiap manusia yang pada akhirnya mencari satu jalan menuju surga. Manusia yang penuh dengan dosa kerap mengharapkan akhir hidup yang tenang dan damai. Lagu yang diciptakan oleh Dewa Budjana tersebut, seolah mengajak manusia untuk mengaku dosa.
Lagu andalan lain yang juga dijagokan oleh Armand dan kawan-kawan, yakni Pemimpin Budiman dan Yang Tak Terpikirkan 2. Lagu religi tidak melulu menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan, namun juga hubungan sesama (hablum minannas). Pada lagu Pemimpin Budiman, Gigi menggambarkan kondisi Indonesia yang semakin berantakan.
Melalui lagu Pemimpin Budiman, Gigi ingin menyampaikan pesan seorang pemimpin harusnya memiliki hati nurani. Pemimpin dipilih bukan untuk menghancurkan bangsa, namun membangun negara menjadi lebih baik.
“Setiap lagu yang kami ciptakan memang sengaja disesuaikan dengan kondisi Indonesia saat ini. Diharapkan lagu religi tersebut bisa menyadarkan semua orang di bulan Ramadan yang penuh pengampunan,” papar Armand.
Inspirasi
Tidak hanya terinspirasi dengan kondisi negara, beberapa lagu juga tercipta saat para personel sedang sendiri atau merenung. Armand, contohnya mendapatkan inspirasi untuk mencipta lagu Yang Tak Terpikirkan 2, saat kedua kakinya cedera. Armand memikirkan, apa jadinya bila manusia lahir tanpa kaki, tangan, atau hati.
Dalam alam semesta, manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling mulia. Tak heran, bila manusia kerap sombong karena kesempurnaannya. Namun, dipaparkan Armand, kala manusia berada dalam ketidakberdayaan, maka jalan yang tersedia hanyalah kepasrahan semata.
“Manusia yang terlahir cacat, harus pasrah menerima kenyataan. Pada akhirnya, manusia hanya bisa bergantung pada Yang Mahakuasa. Untuk itu, kesombongan, harta, dan jabatan hanyalah akan menjauhkan manusia dari Sang Pencipta,” urainya.
Keberhasilan mencipta lagu religi, juga terbukti dari banyaknya minat para sutradara menyunting lagu Gigi menjadi theme song sinetron atau film layar lebar. Deddy Mizwar, misalnya memakai lagu Rinduku Cintamu, untuk sinetron Ramadan berjudul Rinduku Cintamu, di layar SCTV.
Tidak mau ketinggalan, sutradara film Ayat-Ayat Cinta, Hanung Bramantyo juga meminta lagu Gerbang Cintamu dan Dosa Ini, untuk film terbarunya berjudul Doa yang Mengancam. Sementara itu, rumah produksi Sinemart, memilih lagu Jalan Kebenaran untuk theme song sinetron Ramadan.
Add comment Oktober 22, 2008
| Previous Posts |
