Archive for Oktober 25th, 2008
WALI Band ..
![]() |
| WALI, Bukan Band Religius |
MENEMUKAN musik yang pas, tidaklah semudah membalik telapak tangan. Selalu ada proses sampai akhirnya racikan musik itu terasa pas, minimal oleh musisinya. Racikan nyaman itulah yang dianggap pas dan kemudian dikemas dalam satau album oleh band yang menamakan dirinya WALI.
Jangan usil dengan pilihan namanya yan terkesan seperti band religius itu. Mereka, Faank [vokal], Apoy [gitar], Tomi [drum], Ovie [kibord] dan NuNu [bass] memilih memijak di ranah pop yang mereka rasa aman dan nyaman untuk berkarya.
Aman dan nyaman? Entahlah, itu sebuah ungkapan yang orang lain bisa perdebatkan. Tapi untuk mereka, WALI yang terbentuk 31 Oktober 1999, adalah elemen untuk menghembuskan musikalitas yang sudah mereka buat.
Dan karya mereka kemudian tertuang dalam album pertama yang mereka beri titel ‘ORANG BILANG” yang dalam istilah mereka, mengusung ‘local pop creative’ [terserah deh, genre apa yang mereka sebut]. Untuk single pertama, band ini memilih ‘Dik’ sebagai jagoan.
Sejatinya, WALI memang masih menyodorkan ritme pop yang sama. Jangan berharap ada gebrakan dan musikalitas tinggi yang mencerahkan. Simak saja lagu lain seperti ‘Emang Dasar’ atau Egokah Aku’ yang ada di kantong album ini. Nyaris sama. Tapi toh mereka tetap boleh dan punya ruang untuk berkarya. Diterima? Itu urusan yag dengar deh…
Add comment Oktober 25, 2008
4rdUb4 Y33z’5
!n!Lah 4r3k”s Du4 B3LaZ B4h4Z4 (2008-2009)
R0!Z-4rD3r-Bur_H4n-N!’_4m-4r!ef-Mb4h_M4n-B45!T-U!Z-4nDr3W-F!kr!3-4TheN9-Te5n4-3y4n9-Bu’e-Pa_uL-MieD4h-S4re2-EcH4-Sov!k-!sN4!n!-N3v!e-P4nJuL-3MbeR-8unD4-Pr!4n9-P4!L!k-M!_Z0N-Ph!k4cHu-N.!5n4-W!e2N-Pu”Z-M!L4K’Z-M84k_UnDeL-M80k_C4r-B!nT!3
Add comment Oktober 25, 2008
Afgan Nyayi Religi
Penyanyi afgan Syah Reza atau biasa dikenal dengan Afgan Wannab ikut meramaikan blantika musik religi Indonesia. Bertempat di Hardrock Cafe Jakarta, Rabu (20/8) kemarin, Afgan merilis album religi perdana bertitelkan “Padamu Ku Bersujud”.
Bagi Afgan sendiri album ini adalah refleksi atas kiprahnya sebagai manusia yang selalu diuji dengan bermacam cob
aan. Dan momentum bulan ramadhan menjadi jalan mencari pengampunan, dan perbaikan diri. Karenanya Afgan berharap kehadiran kekuatan religius dari albumnya itu.
Afgan mengakui dirinya bukan penyanyi lagu-lagu bernafaskan religi. Ia sebagai seorang penyanyi pop jazz, sangat memahami bahwa makna syair dan cara menghayati, antara lagu religi dan lagu pop jazz memiliki perbedaan.
“Jelas sangat berbeda dengan lagu lain, yang pernah saya nyanyikan sebelumnya. Makanya syair di dalamnya seperti membuatnya harus tertunduk sujud dan berdoa memohon ampun,” ungkapnya saat ditemui dalam rilis albumnya di Hardrock Cafe, Rabu (20/8).
“Ini yang membuat saya terbawa perasaan untuk menghayatinya,” tambahnya.
Menurut Afgan, hal ini yang membuatnya sulit untuk berpura-pura. Sehingga Padamu Ku Bersujud merupakan bentuk pengakuan ketulusan.
Add comment Oktober 25, 2008
